Berdasarkan regulasi baru yang telah di tetapkan oleh Kemenkes, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan para UMKM untuk menghadapi aturan label nutri level ini yaitu dengan evaluasi kandungan produk, reformulasi produk, penyesuaian desain kemasan, edukasi konsumen, kolaborasi dengan supplier atau desainer, mengoptimalkan label sebagai strategi marketing, menyesuaikan dengan target pasar, mengatur budget perubahan kemasan, dan mengikuti update regulasi dari pemerintah.
Pembahasan pada artikel ini diharapkan dapat membantu para UMKM dalam menghadapi aturan label nutri level yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Evaluasi Kandungan Produk
Dalam menghadapi regulasi baru, hal yang perlu dilakukan oleh pelaku usaha UMKM adalah dengan melakukan evaluasi terhadap kandungan atau komposisi pada produk yang Anda jual, terutama pada kandungan gula, garam, dan lemak. Dimana hal ini merupakan faktor penting untuk mengetahui nilai nutri level yang akan ditampilkan pada kemasan produk.
Dengan lebih memahami nilai kandungan dari sebuah produk, dapat membantu Anda dalam melakukan identifikasi apakah produk yang Anda jual sudah termasuk pada kategori sehat atau perlu ada perbaikan. Untuk memastikan hal tersebut, Anda juga dapat melakukan uji laboratorium sederhana untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan standar dan kebijakan yang telah ditetapkan.
Reformulasi Produk
Setelah melakukan evaluasi produk dan ternyata hasilnya kurang ideal, maka Anda dapat melakukan reformulasi produk. Apa itu reformulasi produk? Reformulasi produk adalah proses merancang ulang komposisi atau kandungan yang ada produk olahan, terutama pada produk makanan atau minuman.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai nutrisi yang terdapat pada kandungan produk agar lebih sehat. Misalnya dengan mengurangi kadar gula dengan cara menggantinya dengan bahan alternatif tertentu yang lebih sehat.
Reformulasi produk bukan berarti mengubah rasa atau bentuk asli pada produk sebelumnya, tetapi lebih kepada untuk meningkatkan kualitas produk dari segi kesehatan tanpa menghilangkan ciri khas rasa dari produk itu sendiri. Selain itu, dengan melakukan reformulasi produk juga dapat menjadi strategi untuk menarik minat konsumen yang sadar akan kesehatan.
Penyesuaian Desain Kemasan
Dengan adanya aturan label nutri level ini tentunya berdampak pada desain kemasan yang sebelumnya sudah ada. Hal ini pun menjadi bahan pertimbangan yang perlu perhatikan para pelaku usaha, dimana Anda perlu memastikan penempatan label nutri level berada di tempat yang jelas, mudah dibaca, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Adapun penempatan label nutri level yang tepat dan sesuai adalah dengan menempatkannya di bagian depan kemasan (front of pack), hal ini bertujuan agar label tersebut langsung terlihat dan di baca oleh konsumen. Dan perhatikan juga ukuran font, warna, serta kontras agar informasi yang diberikan tidak membingungkan konsumen.
Baca juga: Cetak Kemasan: Panduan Memilih Bahan yang Digunakan dalam Cetak Kemasan Makanan
Edukasi Konsumen
Dengan adanya kebijakan regulasi baru tentang penetapan label nutri level pada kemasan, tentunya tidak semua konsumen memahami arti penetapan label tersebut. Sehingga hal ini dapat menjadi peluang untuk memanfaatkan kemasan produk Anda yang telah mencantumkan nutri level dengan memberikan edukasi melalui media sosial.
Adapun contoh yang dapat Anda lakukan yaitu dengan membuat konten yang menjelaskan tentang arti dari warna label dan skor yang tercantum pada kemasan, serta menjelaskan manfaat dari hasil skor tersebut dan apa dampak dari segi kesehatannya.
Dengan memberikan edukasi tersebut, Anda tidak hanya meningkatkan tingkat kesadaran konsumen, tetapi juga dapat membangun kepercayaan serta loyalitas pelanggan.
Kolaborasi dengan Supplier Kemasan atau Desainer
Dalam menghadapi perubahan regulasi baru ini Anda tidak perlu khawatir atau pun bingung. Karena Anda dapat mencari bantuan dengan melakukan kerjasama dengan supplier kemasan terdekat dan terpercaya, produk desainer, atau konsultan pangan untuk memudahkan Anda dalam memenuhi semua prosedur sesuai dengan standar dan kebijakan yang telah ditetapkan.
Dengan adanya kolaborasi yang dilakukan oleh beberapa ahli di bidangnya, dapat membantu Anda dalam mempercepat proses adaptasi terhadap perubahan regulasi baru ini, dan meminimalisir terjadinya kesalahan dalam mencetak kemasan serta mempertahankan tampilan produk tetap menarik.
Mengoptimalkan Label sebagai Strategi Marketing
Dengan menerapkan label nutri level, hal ini juga dapat menjadi strategi marketing yang efektif bagi produk Anda. Dimana Anda juga dapat menonjolkan tagline atau klaim “lebih sehat” atau “lebih rendah gula” (jika produk Anda memiliki nilai nutrisi yang baik). Strategi ini dapat menarik perhatian konsumen yang semakin peduli terhadap gaya hidup sehat.
Menyesuaikan dengan Target Pasar
Dalam menerapkan label nutri level, Anda juga perlu memperhatikan target pasar yang akan dituju. Dimana setiap produk memiliki target sasaran yang berbeda-beda, misalnya seperti Anda menargetkan produk yang Anda jual pada konsumen yang peduli terhadap kesehatan, maka strategi ini menjadi point penting untuk menarik konsumen dalam mengambil keputusan pembelian.
Baca juga: Kenapa Sertifikat BPOM & Halal Wajib Ada Di Kemasan Produk Anda?
Mengatur Budget Perubahan Kemasan
Adanya perubahan regulasi baru ini tentunya akan berdampak pada biaya operasional perusahan, dimana terdapat biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk memenuhi ketentuan standar tersebut. Bagi Anda pelaku usaha atau UMKM dapat mempertimbangkan dalam mengatur anggaran dengan bijak agar tidak membebani operasional perusahaan.
Misalnya, selama proses perubahan desain kemasan berlangsung, Anda dapat mengalokasikan kemasan yang sudah ada dengan menambahkan sticker label nutri level di bagian depan kemasan. Sehingga Anda tidak perlu membuang atau menyia-nyiakan kemasan lama, oleh karena itu perubahan ini dapat dilakukan secara bertahap.
Mengikuti Update Regulasi
Penetapan regulasi dari pemerintah bersifat dinamis sehingga memungkinkan akan mengalami perubahan di masa mendatang. Oleh karena itu, bagi para UMKM diharapkan terus aktif dalam memantau informasi terbaru yang diterbitkan oleh pemerintah melalui website resmi Kemenkes atau BPOM. Dengan begitu Anda dapat meminimalisir terjadinya risiko pelanggaran dan memastikan produk tetap beredar dipasaran dengan aman.
Kesimpulan :
Dalam menghadapi perubahan regulasi baru dalam menerapkan label nutri level bukanlah suatu hal yang mudah, dimana setiap regulasi perlu adanya penyesuian dan perhatian khusus dari berbagai sisi, seperti kandungan produk hingga penyesuaian pada kemasan.
Namun, hal ini dapat diatasi dengan mudah apabila Anda menggunakan strategi yang tepat dan sesuai. Strategi ini tidak hanya membantu Anda dalam memenuhi standar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah, tetapi juga dapat meningkatkan nilai kualitas produk Anda agar dapat bersaing dipasaran. Selain itu, Anda juga dapat membangun kepercayaan, loyalitas, dan citra merek di mata konsumen.
Ingin mengetahui info lebih lengkap terkait bahan kemasan yang cocok untuk produk Anda? Tim Kemasan Retail dapat memberikan solusi yang tepat untuk kebutuhan Anda disini!
Kami juga menerima konsultasi tentang kemasan produk anda, silahkan hubungi kami di 0822-6232-1208 / 0811-2488-113
FAQ :
1. Apakah semua produk UMKM wajib menggunakan label nutri level?
- Tidak semua produk langsung wajib, namun kebijakan ini akan diterapkan secara bertahap sesuai regulasi pemerintah. UMKM disarankan mulai mempersiapkan dari sekarang agar tidak tertinggal dan tetap bisa bersaing di pasaran.
2. Apakah penerapan label nutri level membutuhkan biaya besar?
- Tidak selalu. UMKM bisa menyiasatinya dengan cara hemat, seperti menggunakan sticker label pada kemasan lama sebelum beralih ke cetak kemasan baru. Perubahan ini dapat dilakukan secara bertahap sesuai budget.
3. Bagaimana jika produk memiliki nilai nutrisi yang kurang baik?
- Pelaku usaha dapat melakukan refolusi produk, dengan cara mengurangi gula, gaaram, atau lemak. Selain meningkatkan nilai nutri level, langkah ini juga dapat menarik konsumen yang lebih peduli akan kesehatan.

